Selasa, 12 Oktober 2010

Sifat Tercela

A. Ananiyyah ( Egois )

a) Pengertian Ananiyyah ( Egois )
Ananiyyah adalah sikap yang selalu ingin mementingkan diri sendiri, selalu ingin menang sendiri, atau sisebut pula dengan sifat individualis. Orang yang memiliki sifat ini tidak pernah memperhatikan lingkungan sekelilingnya, dan kepentingan bersama ( khalayak banyak)
Umumnya sifat ananiyyah ini dapat ditemukan di dalam kehidupan modern, terutama kalangan masyarakat atas. Mereka tidak memiliki sifat sosialis. Mereka menyimpang dari hakikat manusia sebagai makhuk sosial. Mereka selalu ingin dibantu oleh orang lain, namun mereka tidak ingin membantu orang lain. Rasulullah bersabda :




“ Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu bermanfaat kepada manusia lainnya “

b) Contoh Ananiyyah dalam kehidupan
1) Orang kaya tidak mau berderma
Orang kaya yang tidak mau berderma dalam dirinya mengira bahwa hartanya adalah hak miliknya mutlak.
2) Orang yang tidak mau peduli terhadap penderitaan orang lain
Banyak orang yang bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. perilaku tersebut disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang tidak beriman.
3) Perokok
Orang yang merokok di tempat umum tidak pernah memikirkan kesehatan orang lain, yang dipikirkan hanyalah kenikmatannya sendiri.

c) Bahaya Ananiyyah
 Akan dijauhi oleh masyarakat.
 Menimbulkan permusuhan atau perselisihan.
 Retaknya tali silaturahmi.
 Akan dikucilkan oleh seluruh kalangan masyarakat.

d) Cara Menghindari Ananiyyah
 Selalu berintropeksi dan mengkoreksi diri dari kesalahan-kesalahan kita.
 Meningkatkan mutu iman dan taqwa tehadap Allah SWT.
B. Gadab ( Pemarah )

a) Pengertian Gadab ( Pemarah )
Gadab adalah sikap mudah marah, tersinggung atau berang karena dihina atau diperlakukan tidak sepantasnya. Orang yang mempunyai sifat ini tidak bisa mengendalikan diri karena mudah terbawa oleh hawa nafsu amarah. Sifat seperti ini juga disebut emosinalisme. Orang yang marah biasanya ditandai dengan muka merah, mengeluarkan ucapan kasar, menghardik, memaki-maki, dan sebagainya.

b) Bahaya Gadab
 Akan dijauhi oleh orang lain karena orang tersebut tidak merasa nyaman apabila berdekatan dengan orang yang memiliki sifat ini.
 Merusak kesehatan karena saraf-saraf yang terdapat dalam tubuh menjadi tegang yang menyebabkan stress atau depresi.
 Melakukan tindakan yang berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain yang berada didekatnya.

c ) Cara Menghindari Gadab
 Sadar apabila Gadab atau marah merupakan sifat tercela yang dibenci oleh Allah SWT.
 Selalu sabar dan tawakal serta tidak mudah putus asa.
 Selalu menjaga emosinalnya apabila sedang diperlakukan yang tidak baik oleh orang lain.

C . Hasad ( Dengki )

a) Pengertian Hasad ( Dengki )
Hasad berasal dari kata hasud yang berarti dengki. Hasad ialah perasaan atau sikap tidak senang atas keberhasilan maupun kesuksesan orang lain yang kemudian timbul pemikiran agar kenikmatan tersebut hilang dan berpindah kepada dirinya. Allah berfirman dalam surah Al-Alaq ayat 5 :



“ Dan dari kejahatan pedengki bila ia dengki “ ( Q.S. Al-Alaq, 113:5 )

b) Bahaya Hasad
 Mengurangi teman yang dimiliki dan mempersempit kebebasan dalam pergaulan.
 Menciptakan musuh.
 Merusak kesehatan yang diawali dengan sakit hati dan berimbas terhadap sakit fisik.
 Menghilangkan dan menghapus segala pahala-pahala maupun amal shaleh / kebaikan.
 Menimbulkan rasa dendam.
 Menimbulkan sikap dan sifat serta perilaku yang hina.

c ) Cara Menghindari Hasad
 Mempertebal dan memperkuat iman.
 Mensyukuri apa yang telah dicapai dan diperoleh yang telah diberikan oleh Allah SWT.
 Menyadari bahwa sifat hasad ialah sifat tercela yang akan menghapus segala amal kebaikan.

D. Gibah ( Mengunjing )

a) Pengertian Gibah ( Mengunjing )
Gibah ialah suatu sifat membicarakan tentang kejelekan, kekurangan, maupun aib seseorang yang tidak disukai atau dibenci kepada orang lain maupun orang banyak. Gibah disebut juga gossip. Sesorang dikatakan gibah apabila tujuannya untuk menghina, menjelek-jelekan, merendahkan, maupun mencerca martabat sesorang.
4 hal yang diizikan untuk digibahkan yaitu : ( 1 ) mengadukan dan menggugat perbuatan jahat di depan Pengadilan. ( 2 ) sebagai sarana mencegah kemungkaran sesorang. ( 3 ) meminta fatwa maupun nasihat hukum. ( 4 ) untuk memberi peringatan kepada Muslim lainnya agar tidak terjerumus kepada kejatan atau jalan yang tidak benar.

b) Bahaya Gibah
 Dapat menimbulkan permusuhan yang diakibatkan karena telah melukai seseorang.
 Mengacaukan hubungan persaudaraan dan kemasyarakatan.
 Menimbulkan rasa saling curiga satu sama lain.


c ) Cara Menghindari Gibah
 Jangan pernah mencari kelemahan maupun kekurangan sesorang.
 Bersikap sebagai penjaga rahasia sesorang yang baik.
 Selalu sabar dan tawakal.

D. Naminah ( Adu domba )

a) Pengertian Naminah ( Adu Domba )
Naminah adalah mengadukan suatu ucapan sesorang yang tujuannya untuk merusak serta menyulut api kebencian dan permusuhan anatar sesama. Allah berfirman dalam surah Al-Qalam ayat 11 :




“ Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah “ ( Q.S. Al-Qalam 68:11 )

b) Bahaya Naminah
 Tersebarnya fitnah yang berujung terhadap perlakuan yang negatif seperti pembunuhan.
 Timbulnya kelacauan dalam masyarakat dan kehidupan sosial.
 Timbuknya permusuhan dan perselisihan antar sesama.

c ) Cara Menghindari Naminah
 Selalu teliti saat sedang mendapatkan kabar atau berita dari sesorang.
 Jangan mudah percaya terhadap berita atau kabar yang datang dari orang-orang fasik.
 Selalu berhati-hati dalam melakukan berbagai macam hal.

E. Takabur ( Sombong )

a) Pengertian Takabur ( Sombong )
Takabur merupakan suatu sikap membangga-banggakan diri atau memuji-muji diri sendiri karena ia menganggap bahwa dirinya orang yang paling sempurna dan terbaik yang menunjukkan bahwa seolah-olah dia paling benar dan tidak pernah berbuat kesalahan sedikit pun, dan biasanya merendahkan martabat orang lain serta tidak mau menerima kebenaran.

Ciri-ciri orang yang bersifat takabur adalah :
• Merasa puas atas kelebihannya.
• Cenderung menutupi dan menghidari kekurangannya dirinya sendiri.
• Suka mencela dan merendahkan kekurangan orang lain.
• Tidak bisa menghargai orang lain.

Jenis takabur yang biasa dilakkan sesorang di hadapan orang lain ialah :
o Menyombongkan diri karena kedudukannya lebih tinggi.
o Menyombongkan diri karena kekayaannya.
o Menyombongkan diri karena lebih pandai.
o Menyombongkan diri karena lebih mulia keturunannya.
Allah berfirman dalam surah Yusuf ayat 76 :




“ Dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada lagi yang lebih mengetahui ” ( Q.S Yusuf 12:76 )

b) Bahaya Takabur
 Akan mendapatkan penilaian yang kurang baik dari orang lain.
 Akan dijauhi teman ataupun masyarakat.
 Akan memunculkan rasa kebencian dan ketidak sukaan terhadap kita.

c ) Cara Menghindari Takabur
 Selalu bersifat rendah hati.
 Jangan melecehkan orang yang lebih lemah daripada kita.
 Bersifat ramah dan saling menghormati antar sesama.

F. Pedendam

a) Pengertian pedendam
Pedendam berasal dari kata “ dendam “ yang memiliki arti berkeinginan keras untuk membalas suatu kejahatan atau keburukan yang dilakukan oleh orang lain kepada dirinya. pedendam ialah orang yang berkeinginan keras untuk membalas atau mendendam.
Sifat ini timbul karena marah, dihina, dilecehkan, atau dicela yang berlebihan yang akhirnya diremehkan martabatnya oleh orang lain.


b) Bahaya Pedendam
 Dikucilkan oleh masyrakat.
 Dibenci dan tidak disenangi oleh teman.
 Merusak tali persaudaraan.


c ) Cara Menghindari Pedendam
 Menyadari bahwa muslim yang satu dengan yang lainnya adalah saudara yang tidak bisa dipisahkan.
 Selalu bersifat sabar dan tawakal.

G. Munafik

a) Pengertian Munafik
Munafik ialah suatu sikap berpura-pura atau berjanji. Maksudnya beda dimulut, lain di hati dan perbuatan. Muafik sisebut juga dengan julukan bermuka dua. Rasulullah pernah menyatakan bahwa “ ada 3 perkara orang munafik sejati, yaitu kalau dipercaya ia berkhianat, kalau berjanji ia ingkar, dan kalau berkata ia berbohong”.

b) Bahaya Munafik
 Tidak akan diberi amanah atau dipercaya o;eh orang lain.
 Dijauhi oleh teman dan masyarakat.
 Tidaka akan ada yang ingin mendengar perkataan dari dirinya.

c) Cara Menghindari Munafik
 Meningkatkan dan mempertebal iman dan taqwa.
 Menyadari bahwa munafik ialah sifat yang sangat tercela.
 Menyadari bahwa munafik membawa dampak negatif dan merugikan dirinya sendiri dan orang lain

H. Su’udzan ( Prasangka Buruk )

a) Pengertian Su’udzan ( Prasangka Buruk )
Su’udzan ialah suatu sifat yang menyangka orang lain berbuat kejelekkan tanpa ada bukti-bukti yang nyata dan otentik padahal orang yang disangka tersebut tidak berbuat apa yang diprasangkakan dirinya. Menurut istilah, su;udzan ialah buruk sangka. Sifat ini disebabkan oleh lemah imannya, rendah akhlaknya, dan kurang bersyukur atas nikmat Allah SWT.


b) Bahaya Su’udzan
 Dapat menimbulkan sikap permusuhan dan perselisihan.
 Dpata memcacah sikap persatuan dan kesatuan dalam masyrakat.
 Dpata merusak keimanan.
 Dapat menjatuhkan nama baik dan martabat sesorang.
 Adanya rasa saling curiga satu sama lain.
 Dapat mencelakakan diri sendiri dan

c) Cara Menghindari Su’udzan
 Hendaklah selalu berprasangka baik
 Menyadari bahwa sifat su’udzan merupakan dosa.
 Menyadari bahwa setiap orang memilki kekurangan dan kelebuhan yang berbeda-beda.
 Senang melihat dan mengakui kelebihan orang lain.
 Memperkuat kepercayaan antar sesama.
 Memperkuat iman kepada Allah SWT.

G. Khianat

a) Pengertian Khianat
Khianat ialah suatu sikap mengikari kepercayaa yang diberikan oleh orang lain kepada dirinya sendiri. Khianat timbul karena adanya hasrat ingin mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara menempuh jalan yang dilarang oleh Allah SWT. Allah SWtT berfirman dala surah An-Nissa ayat 58 :




“ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang menerimanya “ ( Q.S. An-Nissa : 58 )

b) Bahaya Khianat
 Merugikan bangsa, negara, dan agama apabila yang dirugikannya ialah pemerintah.
 Merugikan diri sendiri dan orang yang telah dikhianati.
 Tidak akan dipercaya oleh orang lain kembali.
 Menghancurkan kesatuan dan kesatuan.
 Merusak kehormatan dan martabat.

c) Cara menghindari Khianat
 Menyadari apabila kita berkhianat akan mendapat dosa yang berat.
 Menyadari bahwa khianat akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
 Bersifat setia terhadap apa yang telah dipegang.
 Selalu sabar dalam menjalani segala hal.
H. Fitnah

a) Pengertian Fitnah
Fitnah merupakan menuduha orang lain melakukan suatu kejelekkan atau keburukkan sementara orang yang dituduh tersebut tidak melakukan apa yang dirinya sendiri tuduhkan kepada orang tersebut. Fitnah itu lebih keji daripada sifat atau kegiatan negatif yang lainnya. Ini disampaikan oleh Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 191 :



“ Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan “ ( Q.S. Al-Baqarah : 191 )

b) Bahaya Fitnah
 Mencelakakan diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat.
 Membunuh orang lain secara pelan-pelan, artinya mati harga dirinya, nama baiknya, kehormatan, dan keturunannya.
 Merusak moral agama.
 Dikucilkan dari kehidupan masyarakat.

c) Cara Menghindari Fitnah
 Memperkuat iman dan rajin beribadah.
 Membiasakan diri melakukan amal shaleh.
 Menjauhi teman yang memiliki akhlak tercela.
 Taubat atas dosa dan kesalahan yang telah berlalu.
 Menghormati orang lain.

I. Iri Hati

a) Pengertiam Iri Hati
Iri hati merupakan sikap tidak senang apabila orang lain mendapat nikmat, kesenangan dan kesuksesan yang belebih yang tidak bisa dicapai oleh dirinya sendiri kemudian ia berharap agar hal yang didapatkan orang lain tersebut akan hilang.

b) Bahaya Iri Hati
 Menghilangkan amal ibadah.
 Menimbulkan permusuhan dan persaingan yang tidak sehat.
 Menimbulkan kebencian.

c) Cara Menghilangkan Iri Hati
 Mempertebal keimanan.
 Membiasakan diri selalu beramal shaleh.
 Bergaul dengan orang yang memiliki budi pekerti yang baik.
 Meningkatkan ilmu pengetahuan.
 Menyadari bahwa iri hati akan mendatangkan dampak yang tidak baik dalam diri.

J. Zalim

a) Pengertian Zalim
Zalim merupakan suatu sikap menganiaya, menyakiti, menghardik, atau menyiksa orang lain dengan sangat sadis dengan alas an yang belum jelas keberadaanya.

b) Bahaya Zalim
 Dapat merugikan diri sendiri maupun orang yang kita zalimi.
 Dapat menimbulkan kasus yang dapat dibawa ke meja hukum.
 Mendapatkan siksa di dunia maupun di akhirat.
 Mendapatkan kucilan dari masyarakat.

c) Cara Menghindari Zalim
 Selalu bersifat sabar.
 Memperkuat ilmu moral agam dan rajin beribadah.
 Membiasakan diri untuk saling menghormati satu sama lain.
 Sadar bahwa zalim akan menghasilkan dosa yang sangat berat.

K. Tamak ( Serakah )

a) Pengertian Tamak ( Serakah )
Tamak merupakan suatu sikap tidak pernah merasa cukup dan puas terhadap apa yang telah ia miliki walaupun apa yang yang telah ia miliki itu sudah lebih dari cukup dari umat umumnya dan ia akan terus mencapai apa yang ia inginkan walaupun bagaimana caranya.

b) Bahaya Tamak ( Serakah )
 Ia akan lupa dengan dunia yang abadi, yaitu dunia akhirat.
 Ia akan lupa dengan sang penciptanya, yaitu Allah SWT.
 Akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
c) Cara Menghindari Tamak ( Serakah )
 Sadar bahwa hidup di dunia hanya sementara.
 Sadar bahwa apa yang ia dapatkan berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya.
 Kita harus melihat saudara-saudara kita yang jauh dari kurang atau orang fakir miskin.

L. Putus Asa

a) Pengertian Putus Asa
Putus asa ialah suatu sifat kehilangan rasa semangat dan motivasi untuk terus berusaha dan berikhtiar yang disebabkan karena gagal meraih apa yang ingin ia capai dan inginkan.

b) Bahaya Putus Asa
 Akan menyebakan putus asa yang berujung pada bunuh diri,
 Hilangnya kesadaran.
 Hilangnya rasa keimanan.
 Akan bersifat acuh tak acuh dalam segala hal.

c) Cara Menghindari Putus Asa
 Terus selalu berusaha dan berikhtiar.
 Selalu bersabar dan tawakal.
 Selau beribadah dan berdoa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar